Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Setelahnya

darah itu menetes ke trotoar
ketika guntur berkoar
turun pula hujan besar
bercampur dengan darah di trotoar
menjadi air merah
aroma darah segar
yang segera memudar
larut dalam deras hujan
mengalir ke selokan

saat hujan reda
trotoar basah tanpa tetesan darah
hanya badik dan karatnya
beserta mayat seorang pria
yang tanpa luka

Secret Admirer

Kilau dedaunan hijau yang rimbun mengantarkanku pada bunga mimpi yang entah kenapa kembali memunculkan sosok dirimu. Kau bersama mereka, sahabat-sahabatmu dan aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, bersorak dalam hati, namun akhirnya menangis. I'm your secret admirer.
Pernah kubertanya dalam hati, apakah seorang pengagum rahasia mempunyai pengagum rahasia juga? Sebuah pertanyaan yang tak perlu ditanyakan memang. Itu sebuah kemungkinan yang tidak mustahil. Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah orang yang dikagumi oleh si pengagum rahasia itu tahu kalau ia dikagumi seseorang? Adakah orang yang berharap dapat bertemu pengagum rahasianya? Adakah orang yang takut / membenci pengagum rahasianya? Tak perlu kujawab semua pertanyaan itu.
Memandangmu dari kejauhan dan bertemu denganmu dalam sebuah khayalan adalah lebih baik daripada bertatap muka langsung denganmu.
Aku tahu, ini bukanlah perihal antara langit dan bumi, air dan minyak, atau yang lain. Namun bagi seseorang yang terbiasa mengag…

Remah-Remah

Akhir-akhir ini lagi miskin inspirasi. Sekalipun ada, itu hanyalah remah-remah yang lalu. Kalo dimisalkan inspirasi itu kerupuk, remah-remahnya itulah sisa-sisa inspirasi. Walau dengan remah-remah pun masih bisa diolah kembali, tapi hasilnya gak sebagus yang utuh.

KBBI yang begitu besar dan tebal pun belum mampu untuk menyokong munculnya sebuah inspirasi yang utuh dan cemerlang. Itu dikarenakan sang KBBI tersebut tidak ditindak lebih lanjut (baca : tidak dibaca). Ketika inspirasi dalam masa krisis, keadaan tersebut ternyata mempengaruhi perilaku korban (korban?). Umumnya perilaku-perilaku tersebut kurang menguntungkan. Seperti malas membaca, sering mengantuk, mudah lapar, malas mandi, tidak kreatif, dan lain-lain.

Remah-remah inspirasi biasanya berujud kalimat tak utuh, sebuah kata, frasa, ataupun abjad yang tiba-tiba saja datang. Misalnya :

Aku sedang duduk di kelas saat istirahat. Menikmati semilir dua buah kipas angin yang ada di sisi kanan dan kiriku. Suasana kelas yang tenang dan …

Moi et Qui?

moi et toi
toi?
Qui es-tu?
je ne connais pas

moi et lui
lui?
Qui est-il?
je...

ah, oui
je le connais
mais...
je ne connais pas

parce que...
ah,
let le moment dira

Tanpa Harapan

kosong dan mati
tanpa harapan
tak ada lagi
bayang tatapan

tanpa harapan
tiada warna
transparan
tiada apa-apa

berhenti segala
hilang, luang

tanpa harapan
putus sudah
rantai kehidupan
rantai harapan

Pendusta

dia pembohong!
ah, terlalu putih
dia penipu!
ha, terlalu manis
pendusta!
tak tergantikan

polos dan jujur
nampak sampul
rasakan sebuah sensasi ketika merenggut sampul itu hingga terkoyak licik adalah sel tubuhnya jelas mukanya tidak jelas ada di mana dicari lalu dibuang dicari sudah jadi tebal

Wacana

menjelang ujian
banyak wacana terbang-terbang
membuat resah dan bimbang
membuat jarak seperti karet
molor lalu balik
arah jadi bergelombang
harapan jadi seperti grafik
waktu jadi terbuang
memikirkan wacana
tapi mereka tetap beterbangan
kembali ke sarang
lalu dirilis dengan warna lain
selalu terbang-terbang
sampai muncul keputusan