Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Setelahnya

darah itu menetes ke trotoar
ketika guntur berkoar
turun pula hujan besar
bercampur dengan darah di trotoar
menjadi air merah
aroma darah segar
yang segera memudar
larut dalam deras hujan
mengalir ke selokan

saat hujan reda
trotoar basah tanpa tetesan darah
hanya badik dan karatnya
beserta mayat seorang pria
yang tanpa luka

Secret Admirer

Kilau dedaunan hijau yang rimbun mengantarkanku pada bunga mimpi yang entah kenapa kembali memunculkan sosok dirimu. Kau bersama mereka, sahabat-sahabatmu dan aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, bersorak dalam hati, namun akhirnya menangis. I'm your secret admirer.
Pernah kubertanya dalam hati, apakah seorang pengagum rahasia mempunyai pengagum rahasia juga? Sebuah pertanyaan yang tak perlu ditanyakan memang. Itu sebuah kemungkinan yang tidak mustahil. Kemudian pertanyaan berikutnya, apakah orang yang dikagumi oleh si pengagum rahasia itu tahu kalau ia dikagumi seseorang? Adakah orang yang berharap dapat bertemu pengagum rahasianya? Adakah orang yang takut / membenci pengagum rahasianya? Tak perlu kujawab semua pertanyaan itu.
Memandangmu dari kejauhan dan bertemu denganmu dalam sebuah khayalan adalah lebih baik daripada bertatap muka langsung denganmu.
Aku tahu, ini bukanlah perihal antara langit dan bumi, air dan minyak, atau yang lain. Namun bagi seseorang yang terbiasa mengag…