Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2013

-

Aku mencari camar laut di atas pasir yang mulai terberai kerna sentuhan ombak. Dan pagi ini tiada dengan segala kekosongan yang mengisi telinga. Mestinya kutanya ia ke mana perginya tiga ekor sajak yang telah berbulan-bulan menemani pergantian waktu. Tiba-tiba mereka hilang ketika ku terbangun di bawah sinar mentari yang kini bebas. Tapi aku tak begitu saja percaya bila mereka kan berkata, “Salah satu dari mereka t’lah menjadi manusia. Pernah kami saksikan di depan pertokoan. Ia berbaju ketat dengan ikat kepala.”
Bukannya aku menolak kenyataan yang ada. Namun sajak tetaplah sajak sekalipun sajakku telah berada di depan pertokoan, terlibat pergaulan bebas, dan termenung sendiri menanti dua ekor sajak itu kembali.
*Untuk tiga ekor sajakku yang pernah setia dan kini sedang terlelap dalam rimba kepalaku yang paling dalam.