Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Hari Ini Kita Berjabat Tangan

Gambar
kita telah terpisah untuk waktu yang lama tiga bendel puisi dan beberapa kuntum bunga sejuk yang teramat langka ini mengiringi perjumpaan kita kembali hari ini kita berjabat tangan seperti kali pertama kala kau membagi senyum hari ini kita berjabat tangan untuk mengenal kembali aku

(22 November 2014)
Sudah lama sejak jalan protokol Wonosobo-Purworejo terputus karena longsor, saya tidak pernah naik kereta lagi untuk ke Yogya. Tapi sebenarnya, itu bukan alasan utama. Ada alasan kuat selain itu, sebut saja menghindari sesuatu. Sebab beberapa bulan sebelum longsor terjadi, saya sudah beralih ke jalur lain dengan transportasi lain juga tentunya. Ini berita tentang longsornya.

Longsor Tutup Jalur Wonosobo-Purworejo

Hari ini pun tiba....
Saya dan adik kelas (sekaligus adik kos juga) berangkat dari kos pukul setengah 6 pagi. Kami meluncur ke Setasiun Lempuyangan untuk Prameks yang pertama.
Tadaaa... tiketnya sekarang kayak struk ATM, tapi harganya turun 4 ribu. Terakhir kali saya nyepur itu 3 tahun yang la…

Dimulai di Sekitar Sini

Gambar
"... bercandaan nggak lucunya."
Selamat kembali di akhir dua ribu empat belas!
Ini lagu kasmaran lho ya. Bukan yang horor.
Ini kisahnya aseli ngeselin banget kayak lagu di atas. Berawal dari bercandaan. Serius. Bercandaan nggak lucu di saat saya lagi patah hati. Nggak lucu karena saya juga nggak kenal-kenal amat dengan "yang dibercandakan" pada saya. Nggak lucu karena saat itu saya udah lama banget nggak ketemu dengan yang bersangkutan. Nggak lucu karena kambrat saya ini ternyata juga nggak kenal-kenal amat dengan ybs. Tapi ndilalah setelah bercandaan itu saya malah jadi sering dipertemukan dengan ybs. Allahu Akbar. Awalnya saya masih bisa bilang "humor di masa muda" dan masih berusaha menolak ketidaklogisan yang sedang menimpa saya. Tapi saya memang tak kuasa, bahkan dengan hati saya sendiri.
Mas Didi lagi ❤
Yang awalnya cuma bercanda nggak lucu malah jadi lebih nggak lucu lagi karena jadi beneran. Sudah dua kali setiap akhir tahun (2015 dan 2016) saya sel…

Titik Fokus

Gambar
Ketika kita menaruh hati pada seseorang dan perasaan itu memuncak sehingga mulai mengusik diri kita, jangan risau. Ia sudah menakdirkan seseorang untuk kita yang akan muncul pada waktu yang tepat, tak akan terlalu cepat maupun lambat.

Rasa cinta adalah fitrah manusia. Manusia adalah ciptaan Sang Kuasa. Takdirnya pun sudah digariskan di Lauhul Mahfudz. Ketika kita merasa suka pada seseorang, titik fokus kita hanya akan tertuju pada orang tersebut sehingga muncul perasaan takut kehilangan dan menganggap orang itulah yang paling pas bagi kita. Namun tunggu, jangan tergesa-gesa hingga menimbulkan keputusasaan. Sebagai manusia, kita tak akan pernah tahu dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Satu jam yang akan datang, sehari, sepekan, sebulan, setahun, bertahun-tahun yang akan datang, hanya Allah yang tahu pasti apa yang akan terjadi pada diri kita. Manusia hanya bisa berencana, berusaha, dan mengira-ira.
Kita tak tahu pasti apakah hari esok perasaan pada seseorang itu masih ada. Apakah…