Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Gerhana Itu Mengejar!

Gambar
Gerhana: bulan (matahari) gelap sebagian atau seluruhnya dilihat dari bumi; eklips. Gerhana bulan: cahaya bulan tidak sampai ke bumi karena titik pusat geometri bulan, bumi, dan matahari terletak pada satu garis dan bumi berada di tengahnya. Gerhana matahari: saat bulan terletak di tengah-tengah jarak antara bumi dan matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi. (Sumber: KBBI)
Gerhana matahari pernah membuat desa saya geger. Sirine mobil polisi membuat suasana makin mencekam kala itu. Semua orang dihimbau masuk ke rumah. Pintu dan jendela harus ditutup rapat-rapat. Jangan sampai ada celah yang dapat meloloskan caya matahari ke dalam rumah. Sebab cayanya yang terlalu terang bisa membuat buta. Seketika bumi menjadi gelap. Namun kicau burung masih ramai. Ibu saya dan anak-anaknya yang masih kecil menunggu di dalam rumah. Sedangkan Bapak ke masjid untuk salat gerhana.
Saya terperangah mendengarkan kisah itu. Semencekam itukah? Entah tahun berapa gerhana matahari itu terjadi. Yang…

Tulisan Marah-Marah

Suatu hari aku ingin marah-marah. Namun karena pada saat itu tidak mungkin untuk marah-marah, kutahan marahku sampai lupa. Sampai berbulan-bulan lamanya. Selama itu aku berkali-kali bertemu dengan penyebab marahku. Aku biasa saja. Hanya saja tak seakrab biasanya. Aku tak mau lagi membagi kisah cintaku padanya. Pembicaraan kami hanya berkutat pada masalah biasa mahasiswa. Kuliah, tugas, jam buka warung nasi, sarapan apa hari ini, dan berbagai hal basi lainnya.
Sampai suatu ketika, tahun telah berubah dan bulan telah muda kembali, aku ingat marahku lagi. Untungnya aku tidak sedang mengisi ceramah, sebab marahku bisa membuat ingatanku hilang dan pergi. Atau mengantri makan siang di warung, sebab aku bisa membuat pengantri lain makin murung. Saat itu aku baru pulang dari tempat yang penuh anak sekolah. Masuk lewat pintu belakang. Menengok ikan-ikan di kolam belakang rumah. Menatap langit pagi yang tak begitu biru. Lalu masuk ke rumah dan menulis sesuatu.
“Berpuisi setiap hari bukan berart…