Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Kekasih, Semudah Itu?

Gambar
Saat di bangku menengah atas, aku pernah membayangkan bahwa mendapatkan seorang kekasih itu semudah duduk di tangga kampus ditemani semilir angin yang menjatuhkan dedaunan kering dari atas atap dan tiba-tiba ada seorang lelaki menghampiriku, mengajak berbincang, lalu jatuh cinta. Nyatanya itu hanya ada dalam kepalaku. Namun tidak mustahil hal seperti itu terjadi, walau mungkin bukan padaku. Sebab takdir cinta beragam kisahnya.
Kenyataan lain menguatkan bahwa di kampusku tidak ada tangga seperti yang kubayangkan. Ya, tangga yang luas dan bisa untuk sekadar duduk-duduk sambil menikmati angin. Kurang lebih seperti pada film-film yang pernah kulihat. Tangga yang juga sering untuk berlalu lalang mahasiswa, bukan hanya pejabat kampus (sebab satu-satunya tangga luas di luar ruangan adalah tangga rektorat dan tidak banyak mahasiswa yang ada di sana).
Mungkin memang mudah bagi sebagian orang mendapatkan kekasih, bergonta-ganti kekasih, atau bahkan mempunyai banyak kekasih di masa mudanya.
"B…

Dari Seseorang yang Harus Bangun Pukul Empat dan Menahan Udara Dingin Pedesaan yang Merongrong Tubuhnya Setiap Pagi Selama Tiga Tahun Sembari Bergumam "Sampai Kapan?"

Gambar
Untuk Seseorang yang Kembali Menemukan Dirinya

Pagi ini aku duduk di ruang tamu. Menikmati sarapan yang sedari pagi sudah disiapkan Ibu dan Bapak. Di rumahku tak hanya Ibu yang memasak. Seperti pada buku pelajaran saat sekolah dasar, ibu selalu menyapu dan memasak di dapur, sedangkan ayah membaca koran dan pergi ke kantor. Ibu dan Bapakku memasak bersama, namun ibu pergi ke kantor (katakanlah kantor guru, mengajar) sedangkan Bapak tidak. Kurang lebih tinggal dua tahun lagi ibu pergi ke kantor. Dua tahun yang akan datang, di rumah tak kan ada yang pergi ke kantor. Mungkin hanya sebulan sekali, kantor pos untuk mengambil pensiunan.
Bagaimana denganku? Kemungkinan besar aku pun sudah berkantor walau mungkin memang tidak di dekat rumah. Entah kantor apa itu. Sebagian besar atau bahkan mungkin semua orang bisa dipastikan akan menjawab kantor guru. Sebab aku kini sedang memperjuangkan “S.Pd.”, yang selalu lekat dengan kantor guru, PNS, seragam keki, PGRI, mengurus ratusan anak orang setiap pa…