Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Curhat Perempuan Setiap Bulan

Gambar
adalah calon gebetan yang terancam jadi mantan dismenore.


Udah tanggal empat di bulan yang selalu dirindukan. Saya pun jadi selalu ngerasa dikangenin banyak orang. Setiap habis tarawih juga selalu dipanggil-panggil. Njuk haru-haru gimana gitu. Betapa manis saat saya yang sangat dirindukan selama sembilan bulan, lalu datang bersama bulan yang juga dirindukan. Duh, Romadhona. Tapi... sampai saat ini saya belum dapet feel-nya. Romadhon Romadhonanya belum terasa. Apa lantaran sampai hari ini saya belum juga puasa? *eh* Iya, saya perempuan. Alhamdulillah normal. Punya siklus bulanan dan suka mas-mas. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
Siklus yang dimiliki perempuan inilah yang selalu mengingatkan bahwa saya benar-benar perempuan yang suatu hari nanti akan jadi mamak-mamak yang punya banyak anak. Lima? ☺

Soalnya saya pernah merasa kurang perempuan lantaran saya memang bukan tipe perempuan yang perempuan banget. Perasaan saya aja mungkin sih. "Main bedak&qu…

TV, Tak Menarik Lagi

Gambar
dan sepertinya tak akan masuk daftar keinginan untuk dibeli di masa depan nanti.


Bahkan saya pun lupa kapan terakhir kali saya tertarik dengan tv. Yang jelas, saya mulai hidup jauh dari tv sejak enam tahun yang lalu. Sejak saya jadi anak kosan. Bertemu tv hanya sesekali. Entah di kamar teman kos yang lain, di burjo, atau di ruang tunggu sebagai kotak pemecah kebosanan.
Dulu tv pernah amat menarik. Saat kita kecewa ketika ia harus dimatikan tiba-tiba karena hujan datang bersama petir yang menyambar-nyambar. Saat lebih dari satu acara dimulai bersama, sedangkan ada enam pasang mata dengan selera berbeda bersiap-siap di depan sebuah kotak yang menyala-nyala. Saat Bapa datang dan acaranya pasti berganti jadi berita. Saat Ibu datang memberi kudapan dan efek suara potekan buncis beserta kawan-kawannya, hanya itu.
Hanya ibu, satu-satunya orang di rumah yang selalu tampak sepele dengan tv. Sejak dulu sampai sekarang. Kadang-kadang saja Ibu nimbrung dengan apa yang sedang dinikmati anaknya dar…

Terapi Geli Suara Sendiri

Gambar
Siapa yang masih suka geli dengar rekaman suara sendiri? *angkat tangan*

Nggak cuma audio sih, bahkan video kalau ada sayanya juga bikin geli, "Ih, itu ada aku gerak-gerak dan bersuara." Gumunnya udah kayak manusia purba tersesat di masa generasi milenial gitu. Makanya, terakhir bikin vlog-vlogan itu udah dua tahun yang lalu. Nggak ada yang tahu kan? Iyalah, wong nggak diunggah. Lha saya sendiri aja geli ngelihatnya. Tapi bisa jadi vlog ala-ala itu suatu hari nanti akan mejeng di blog ini. Bisa jadi lho ya. Bisa iya bisa enggak.
Tapinya lagi, ada masanya kadang saya nggak punya malu. Iya bener, ada yang pernah dengan pedenya gitu menebar suara sumbangnya di hadapan puluhan peserta DAM IMMBSKM 2015. Alhamdulillah ya videonya ilang kena virus *terharu*. Ya gimana ya, obsesi jadi penyanyi dangdut pantura kadang masih suka kumat. Kalau sekarang sih saya udah semi taubat dan lebih menerima kenyataan kalau suaranya buat konsumsi pribadi aja. Katanya. Tapi adik saya tuh yang bias…

Teleponan

Gambar
"Nelpon rumah adalah perjuangan. Rumah Ivah mungkin terlalu spesial untuk adanya sinyal telepon yang stabil apalagi internet. Ada kalau lagi ada tapi susah pakai pose bobok santai kayak di Yogya. Itu yang kadang bikin Ivah yang udah candu sama koneksi jadi mikir lama "pulang enggak ya?". Tapi pada akhirnya bakal pulang juga. Karena Ibu selalu punya "mantra" reportase aktual yang bikin Ivah, yang masih sering excited dengan ke-ndeso-annya, jadi susah nolak.Ada apa coba? Selain kabar terbaru tentang kucing rumah yang sekarang pinter mijet, ada pasar malem di lapangan belakang rumah Ivah! Untuk pertama kalinya dibolehin sama Pak RT ada wahana hits merakyat ini mejeng di lapangan desa. Yang sudah pasti bakal bikin halaman rumah Ivah jadi kayak dealer roda dua.Akira aja katanya udah dua kali ke pasar malem. Tapi gagal naik dermolen alias bianglala gara-gara pintunya ada yang kebuka pas lagi muter. Untung pas kosong. Ada lagi istana balon yang kempes gara-gara yang …

Me Time Bersama Tarian "Sadako"

Gambar
...and i got a new friend last night ☺
Sadako? Udah, nggak usah ngebayangin dhemit njoget. Soalnya emang bukan, ini bukan Sadako mbak-mbak gondrong gamisan yang suka keluar dari sumur di dalem tv.  Bahkan film aslinya yang dari Jepang pun saya belum pernah nonton. Pernahnya yang versi Barat, The Ring. Tapi emang ke-famous-an Sadako ini tak perlu diragukan lagi. Ngg... tiba-tiba saya jadi kasihan sama yang namanya asli Sadako. Citranya sudah menjurus ke alam lain. Mungkin sama kayak nama Mawar yang citranya sudah menjurus ke... ah sudahlah.

Lalu, siapa Sadako yang ini? "Sadako Sasaki adalah seorang gadis Jepang yang terpapar bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima saat usianya masih dua tahun. Tidak seperti kebanyakan anak-anak lainnya, Sadako mampu bertahan hidup bahkan layaknya manusia normal. Namun, pada usia 12 tahun ia divonis menderita leukimia yang saat itu dikenal sebagai "penyakit bom atom". Sahabatnya pun menyampaikan sebuah legenda Jepang tentang "siapa pun yan…

Ndhudhah Kenangan Bareng Simbah dalam "Ziarah"

Gambar
Tulisan ini akan saya buka dengan pengakuan bahwa saya bukanlah pengamat perfilman. Hobi nonton juga nggak. Biasa-biasa aja. Sehingga saya tidaklah paham dengan persinematografian dan sebagainya. Nonton ya nonton, seneng ya seneng, sesuai selera dan alasan saya sendiri tentunya. Saya cenderung suka dengan film yang tidak banyak menampilkan artis Ibu Kota. Film yang menggunakan aktivis teater atau bahkan bukan orang "terkenal" malah lebih greget. Lebih bisa saya nikmati aktingnya yang "apa adanya". Salah satunya adalah film Ziarah yang mulai tayang di bioskop tanggal 18 Mei lalu.
Selera saya memang kurang berpihak pada para artis Ibu Kota yang sudah terkenal. Kecuali beberapa saja yang menurut saya oke. Bisa dibilang karena saya pernah kecewa dengan film-film yang diangkat dari novel para sastrawan "kesayangan" yang tidak sesuai dengan ekspetasi saya. Entah karena pemilihan aktor dan aktris yang kurang tepat, aktingnya yang wagu, jalan ceritanya yang hmm.…

Suka Lupa (Imun Tisu)

Gambar
Di dunia ini ada tipe orang yang imunnya tipis tapi sok-sokan kalau berkendara nggak pake jaket. (Yang tak pernah benar-benar pergi, Influenza)
Cuman suka lupa. Nggak niat buat sok-sokan. Cuman lupa aja. Terus nemu style maskeran pakai selendang. Ih kok tjakep. Ya udah sepekan full menanggalkan jaket. Mana dalam sepekan sering keluar malem dan ada dua perjalanan jauh, ke Prambanan dan Gunungkidul. Padahal pas mau ke GK, Tias udah ngingetin, "Gilak, kamu nggak pake jaket, Vah?" "Nggak, gerah. Pakek ini ajah *selendang*." Alhasil *hirup ingus*

Dikiranya lemak tebal mampu menghalau angin jahat merasuki tubuh apa? Iya sih, kemarin mikirnya gitu. Beneran. Hahaha. Maaf lho, kadang ada masanya agak-agak begitu, masih mau jadi teman Ivah kan? ☺
Emang celetukan Mbak saya itu sebenar-benarnya fakta. Ya emang sudah saya akui juga kalau saya itu mirip Bapa yang rentan sakit, sedangkan Mbak mirip Ibu yang lebih kebal dengan penyakit. Cuman ya tadi, sering lupa kalau soal imun yang…

Tak Lebih dari Sekadar Buku Harian

Gambar
... pribadi yang dielektronikkan.

Ada tiga buah buku harian yang kekonsistenan isinya sungguh mengenaskan, sekitar tujuh megabytefile curhat di laptop, dan blog berumurhampirtujuhtahun dengan hanya puluhan postingan yang jika ditelaah lebih lanjut akan diketahui bagaimana pertumbuhan seorang Ivah dari usia belasan sampai dua puluhan.
Yeah, a moody writer...
Sekitar tujuh tahun lalu, blog ini dibuka oleh Ivahenambelastahun dengan postingan santun yang dilengkapi salam pembuka dan salam penutup. Mengusung tagline "antara mata, hati, dan imajinasi" yang merupakan cerminan isi blog. Dapat berupa pengalaman pribadi penulis atau orang-orang di sekitarnya, ungkapan perasaan, dan imajinasi murni.

Jadi, sudah jelas bahwa blog ini lahir karena keinginan menulis yang tiba-tiba muncul dari gadis belasan tahun yang tak lama setelah itu, ia jatuh hati pada seorang "penulis" di lingkungan sekolahnya sendiri. Lagian juga telat banget, orangnya udah lulus baru ditaksir. Dan jelas ba…